Karnaval Perayaan 17 Agustus Dinas Pemuda dan Olahraga Memakai Tema Tokoh Sejarah Pong Tiku seorang pemimpin Toraja dan pejuang gerilya yang beroperasi di Sulawesi bagian selatan

Karnaval Perayaan 17 Agustus Dinas Pemuda dan Olahraga Memakai Tema Tokoh Sejarah Pong Tiku seorang pemimpin Toraja dan pejuang gerilya yang beroperasi di Sulawesi bagian selatan

Karnaval Perayaan 17 Agustus Dispora Angkat Tema Tokoh Sejarah Pong Tiku

Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia, Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) menyelenggarakan karnaval 17 Agustus dengan mengusung tema khusus “Pong Tiku: Pemimpin Toraja dan Pejuang Gerilya Sulawesi Selatan”.

Acara karnaval yang digelar pada Sabtu (17/8) ini berlangsung meriah dengan melibatkan ribuan peserta dari kalangan pelajar, komunitas, organisasi kepemudaan, hingga masyarakat umum. Peserta menampilkan berbagai kostum, dekorasi, dan pertunjukan yang terinspirasi dari nilai perjuangan Pong Tiku.

Kepala Dispora dalam sambutannya menyampaikan bahwa pemilihan tokoh sejarah Pong Tiku sebagai tema tahun ini bertujuan untuk mengenang sekaligus meneladani semangat kepemimpinan dan perjuangannya. “Pong Tiku adalah simbol keberanian rakyat Toraja melawan penjajahan. Melalui karnaval ini, kami ingin mengingatkan generasi muda bahwa kemerdekaan yang kita nikmati hari ini lahir dari perjuangan panjang para pahlawan,” ujarnya.

Karnaval dimulai dengan parade budaya yang menampilkan pakaian adat Toraja, diiringi musik tradisional dan atraksi seni. Beberapa peserta juga membawakan teatrikal perjuangan Pong Tiku dalam melawan Belanda di awal abad ke-20. Tak hanya itu, stan edukasi sejarah turut disiapkan di area acara untuk memperkenalkan sosok Pong Tiku lebih dalam kepada masyarakat, terutama anak-anak muda.

Masyarakat terlihat antusias menyaksikan jalannya karnaval. Selain hiburan, acara ini juga menjadi sarana edukasi sejarah lokal yang memperkaya wawasan kebangsaan. “Saya bangga anak-anak bisa tahu siapa Pong Tiku dan bagaimana beliau berjuang. Ini penting agar kita tidak melupakan sejarah,” ujar salah satu warga yang hadir.

Dispora berharap kegiatan ini tidak hanya menjadi perayaan seremonial, tetapi juga momentum untuk menumbuhkan rasa cinta tanah air dan menghidupkan kembali semangat perjuangan dalam kehidupan sehari-hari.